Kamis, 11 Juli 2013

STATUS GIZI BESI ANAK SEKOLAH DASAR (9 - 12 Th) YANG DIBERI PERMEN SUSU FORTIFIKASI BESI

STATUS GIZI BESI ANAK SEKOLAH DASAR (9 - 12 Th)
YANG DIBERI PERMEN SUSU FORTIFIKASI BESI

Dias Ardini1


ABSTRAK

Prevalensi anemia gizi besi pada anak Sekolah Dasar masih cukup tinggi. Terjadinya anemia gizi besi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya kandungan zat besi dalam makanan, adanya zat penghambat penyerapan besi, parasit di dalam tubuh dari makanan, dan kejadian banyak kehilangan darah.Salah satu upaya penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan yang difortifikasikan dengan besi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi anak sekolah dasar yang mengalami defisiensi besi dengan pemberian permen susu yang difortifikasi besi. Penelitian dilaksakan di Sekolah Dasar Negeri Pinang Jaya yang termasuk ke dalam daerah rawan gizi.
Rancangan percobaan disusun Randomized controlled trial dengan invertasi bersifat double blind. Subyek penelitian dibagi dua kelompok perlakuan, yaitu : kelompok suplementasi permen susu fortifikasi besi dengan vitamin C sebanyak 7 orang dan kelompok permen susu tanpa fortifikasi besi dengan vitamin C sebanyak 7 orang. Pengamatan status gizi dari kedua kelompok didasarkan pada kadar hemoglobin. Volume sel rata – rata (MCV), rata – rata hemoglobin sel (MCH) dan TIBC (Total Iron Binding Capasity).
Hasil penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan dari kelompok yang diberi permen susu fortifikasi besi dan vitamin C dengan kelompok permen susu tanpa fortifikasi besi dan vitamin C pada peningkatan kadar hemoglobin, rata – rata hemoglobin sel (MCH) dan penurunan TIBC sedangkan pada Volume sel rata – rata (MCV) terjadi perbedaan yang signifikan.

Kata Kunci     : Status Besi, Susu, Fortifikasi Besi



1) Dosen Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Lampung


PERBEDAAN SIKAP DAN TINDAKAN SISWI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 1 RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012

PERBEDAAN SIKAP DAN TINDAKAN SISWI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TENTANG KEPUTIHAN
DI SMA NEGERI 1 RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
TAHUN 2012

Fitriyanti1, Samino 1


ABSTRAK

Penyakit keputihan masih menjadi masalah bagi wanita, dimana penyakit ini menyerang sekitar 50 % populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur. Hasil pra survey yang peneliti lakukan pada bulan maret 2012 di SMA Negeri 1 Raja Basa terhadap 18 orang siswi ternyata seluruh siswi pernah mengalami tanda dan gejala keputihan, 7 siswi bersikap negatif dan 11 siswi bersikap positif terhadap keputihan, dan 12 siswi mempunyai tindakan yang buruk dan 6 siswi mempunyai tindakan yang baik terhadap penceegahan keputihan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan sikap dan tindakan siswi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode booklet tentang keputihan di SMA Negeri 1 Raja Basa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen dengan jumlah populasi 64 responden, dan jumlah sampel 64 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan penyeberan kuisioner dan melakukan penyuluhan. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Mc Nemar.
Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sikap responden terbanyak adalah negatif 52.2%, tindakan responden terbanyak adalah positif 52.2 %, setelah dilakukan penyuluhan sikap responden terbanyak adalah positif 81.2%, dan tindakan responden terbanyak adalah positif 89.9%. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value 0.000 < 0.05), dan terdapat perbedaan tindakan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value 0.000 < 0.05). Disarankan penyuluhan atau promosi kesehatan tentang keputihan dan kehesatan reproduksi dilakukan setiap 3 bulan sekali di sekolah-sekolah agar masyarakat mudah memahami tentang kesehetan reproduksi atau penyluhan dengan menggunakan media eletronik maupun media cetak.

Kata Kunci : Sikap, Tindakan, Booklet, Keputihan




1.    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung


PENGARUH PENGETAHUAN IBU, PAPARAN MEDIA, PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERDEKAT TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO TAHUN 2012

PENGARUH PENGETAHUAN IBU, PAPARAN MEDIA, PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERDEKAT TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO TAHUN 2012

Supiyah 1 Achmad Farich 2 Fitri Eka Sari2


ABSTRAK

World Health Organization (WHO) pada risetnya pada tahun 2006 menyebutkan 42% kematian balita didunia adalah akibat penyakit dan 58% adalah terkait dengan mal nutrisi yaitu dengan asupan ASI. Provinsi Lampung tahun 2007 cakupan ASI eksklusifnya 41,81% sedangkan cakupan ASI untuk skala nasional adalah 80%. Cakupan tertinggi dicapai kabupaten Way Kanan 77,25%, sedangkan untuk Kota Metro adalah 41,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan ibu, paparan media, peran petugas kesehatan dan dukungan keluarga terdekat terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kecamatan Metro Selatan Kota Metro tahun 2012.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kecamatan Metro Selatan Kota Metro pada bulan Maret 2012.
Jenis penelitian adalah kuwantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang mempunyai bayi 6,1-11,9 bulan dengan jumlah 136 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan total sampel, analisa data menggunakan chi square.
Hasil penelitian ada pengaruh yang signifikan pengetahuan ibu  (p-value =0,019< 0,05), paparan media (p-value= 0,000< 0,05), peran petugas kesehatan  (p-value =0,014<0,05), dukungan keluarga terdekat (p-value = 0,017< 0,05) terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah Kecamatan Metro Selatan Kota Metro tahun 2012. Bagi petugas kesehataan diharapkan berperan aktif dalam mempromosikan   pemberian ASI eksklusif melalui berbagai media (cetak/elektronik) serta mensosialisasikan melalui penyuluhan konseling dan pendampingan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah Kecamatan Metro Selatan Kota Metro.

Kata Kunci   :   Pengetahuan, Media, Peran Petugas, Dukungan Keluarga, Pemberian         (Air Susu Ibu) Eksklusif.






1.    Puskesmas Mulyojati Metro Selatan
2.    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung


HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN,PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2012

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN,PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEDATON
BANDAR LAMPUNG 2012

Rilyani1, Wahyu Karhiwikarta2 ,Suharman3


ABSTRAK

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan menurun selama 3 tahun terakhir. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2010 menunjukkan pemberian ASI saat ini,  bayi yang menyusui eksklusif sampai 6 bulan hanya 15,3%, Penyebab utama adalah  kesadaran akan pentingnya ASI,  rasa percaya diri ibu yang masih kurang, rendahnya  pengetahuan ibu tentang manfaat ASI dan kurangnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI. Tujuan penelitian mengetahui dan menganalisis hubungan  tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2012.
Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Sampel 122 responden. Analisis menggunakan analisis Chi square dan Multiple regresi logistik.
Hasil penelitian  diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemberian ASI ekslusif dengan (p=0,21) OR 2,6, pengetahuan dengan pemberian ASI ekslusif dengan (p=0,003) OR 3,7, sikap dengan pemberian ASI ekslusif dengan (p=0,017) OR 2,75,  dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif dengan (p=0,005) OR 3,191,  dan  dari analisis multivariate variable yang paling dominan hubungannya terhadap pemberian ASI ekslusif yaitu Pengetahuan berhubungan paling dominan terhadap pemberian ASI eksklusif  (p=0,019) OR 2,82  (95% C;1,18-6,69). Dukungan keluarga  (p=0,035) OR 2,4 (95% CI;1,062-5,399). Probabilitas atau risiko responden tidak memberikan ASI secara eksklusif adalah 76,3% bila pengetahuan responden  rendah dan tidak ada dukungan keluarga. Perlu diberikan informasi sebanyak banyaknya serta secara kontinu tentang manfaat ASI bagi bayi kepada semua masyarakat. Seperti memasang poster yang memuat slogan tentang ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Perlu diberikan pendidikan kesehatan dan penyuluhan, pelatihan, seminar dan bimbingan berupa program parenting bagi suami.

Kata Kunci     : Pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, ASI, Eksklusif



1.    Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati B. Lampung
2.    Program Pascasarjana Kesmas Universitas Malahayati B. Lampung
3.    Prodi Kebidanan FK Universitas Malahayati B. Lampung


HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGUJIAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGUJIAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2012

Zenorita 1 , Lolita Sary 2 , Setiawati 3


ABSTRAK

Masih terdapatnya kritik yang berkaitan dengan wujud fisik, ketepatan waktu pengujian, perhatian, rasa percaya, nilai konsumen, dan kualitas layanan mengindikasikan bahwa konsumen belum puas dengan kinerja yang diberikan Balai Besar POM Bandar Lampung sehingga muncul research problem yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi kinerja antara konsumen dan pegawai Balai Besar POM Bandar Lampung yang mengakibatkan konsumen tidak puas. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada pengujian makanan  di Balai Besar POM di Bandar Lampung tahun 2012.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi studi dalam penelitian ini adalah semua konsumen atau orang pengguna jasa pada pengujian makanan Balai Besar POM Bandar Lampung periode bulan April-Mei 2012, yang berjumlah 100 pelanggan/konsumen. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.
Hasil analisis univariat didapatkan 26 (52%) konsumen pada pengujian makanan puas, pada bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan perhatian berturut-turut 29 (58%), 28 (56%), 30 (60%), 25 (50%), 31 (62%) konsumen pada pengujian makanan mengatakan baik. Sedangkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan bukti fisik dengan kepuasan konsumen pada pengujian makanan (pvalue = 0.011; OR = 5.6), kehandalan dengan kepuasan konsumen (pvalue = 0.025; OR = 4.5), daya tanggap dengan kepuasan konsumen (pvalue = 0.024; OR = 4.7), jaminan dengan kepuasan konsumen (pvalue = 0.011; OR = 5.5), perhatian dengan kepuasan konsumen (pvalue = 0.011; OR = 5.9). Disarankan pada Balai Besar POM Bandar Lampung untuk meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen, khususnya yang berkaitan dengan bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan perhatian sebagai upaya untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Kata kunci     : Kepuasan Konsumen, Kualitas Pelayanan



1.  Balai Besar POM Bandar Lampung, Bandar Lampung
2.  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Bandar Lampung
3.  Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati Bandar Lampung


FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI DALAM MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN ISTRI DI PUSKESMAS KOTA BANDARLAMPUNG 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI
DALAM MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN ISTRI DI PUSKESMAS
KOTA BANDARLAMPUNG 2012

Umi Romayati Keswara1, Wahyu Karhiwikarta², Anita Bustami³


ABSTRAK

WHO memperkirakan lebih dari 585 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. AKI di Indonesia menurut SDKI  tahun 2007 sebanyak 228 per 100.000 kelahiran hidup. Dukungan suami  merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu saat hamil dan dapat mengurangi kesulitan atau masalah selama proses kehamilan dan persalinan. Hasil penelitian Munandar (2010), Ishak, Wiludjeng dan Maimunah (2005) dan Suryawati (2007) menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan , pendidikan, sikap, peran petugas dengan partisipasi suami dalam ANC. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan istri di Puskesmas Kota Bandar lampung  Tahun 2012.
Rancangan penelitian survey analitik, pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 111 responden. Analisa menggunakan uji chi-squrae dan uji multiple regersion logistic.
Hasil  penelitian diperoleh terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan  (p = 0,000, OR 5,5), sikap (p =  0,000, OR 5,77), tingkat pendidikan (p = 0,020,OR 2,7), pendapatan  (p =  0,001, OR 4,1), budaya  (p =  0,000, OR 4,17), dukungan keluarga  (p = value 0,007, OR 6,4), dukungan petugas kesehatan (p =  0,004, OR 3,5) dengan partisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan istri dan tidak ada hubungan antara pekerjaan  (p = value 0,128), jumlah anak (p =  0,277) dengan partisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan istri. Saran yang bisa diberikan adalah pemberian informasi melalui penyuluhan langsung dan media massa.

Kata kunci   :     Partisipasi suami, kesehatan kehamilan



1.  Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati Bandarlampung
2.  Program Pascasarjana Kesmas FKM Universitas Malahayati Bandarlampung
3.  Prodi Keperawatan Poltekes Tanjung Karang


FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL PADA LUKA OPERASI BERSIH DI RUANG PERAWATAN BEDAH RS YUKUM MEDICAL CENTER KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG

FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL PADA LUKA OPERASI BERSIH DI RUANG PERAWATAN BEDAH  RS YUKUM MEDICAL CENTER
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG

David Yunizar 1, Sugeng Juwono Mardihusodo 2, Zaenal Abidin 2


ABSTRAK

Infeksi nosokomial sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, hari rawat penderita yang lama, dan beban biaya menjadi semakin besar. Tujuan penelitian tesis ini adalah untuk menganalisis dan menyimpulkan faktor endogen dan eksogen yang berhubungan dengan Faktor-faktor risiko infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di ruang perawatan bedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, yaitu pengumpulan data diambil langsung dari sumber primer. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pasien jenis operasi bersih  di Ruang perawatan  Rumah Sakit Yukum Medical Centre Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 30–40 orang perbulan, dengan sampel sebanyak 60. Teknik pada penelitian ini adalah uji Chi Square (X2) dan analisis multivariat dilakukan pengujian secara bersama-sama sehingga dapat dilihat variabel mana yang paling berhubungan dengan infeksi nosokomial pada luka post operasi bersih.
  Hasil penelitian didapatkan hasil uji interaksi umur dan penyakit penyerta terhadap terjadinya infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di Ruang Perawatan Bedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012 merupakan variabel yang paling dominan yang menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial dengan p-value = 0,032 dan p-value = 0,000. Saran, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk pengambilan kebijakan manajemen Rumah Sakit Yukum Medical Center dalam pengendalian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial pada luka operasi bersih.

Kata Kunci     : Kejadian, Faktor, Infeksi Nosokomial



1.  RS Demang SR Lampung Tengah
2.  Program Pascasarjana Kesmas FKM Universitas Malahayati B. Lampung


ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT PERSFEKTIF HUKUM DI RS PROVINSI LAMPUNG 2013

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT
 PERSFEKTIF HUKUM DI RS PROVINSI LAMPUNG 2013

Samino1


ABSTRAK

Rumah Sakit (RS) sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan bermutu dan adanya jaminan kualitas (Samino dan Dina, 2008). Pelayanan informed consent merupan instrumen penting dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelengkapan pengisian dokumen informed consent  di RS  Provinsi Lampung 2013.
Pengumpulan data dengan melakukan pengkajian dokumen informed consent di masing-masing RS. Hasil penelitian menunjukkan dari 77 lembar dokumen informed consent tidak ada satu pun yang diisi dengan lengkap. Dari 22 variabel, hanya 7 (9,1%) yang diisi dengan lengkap, lebih banyak yang tidak lengkap 70 (90,9%). Sedangkan dari 13 variabel utama nama dan tanda tangan dokter yang terisi dengan lengkap baru 60 (78%).
Secara hukum dokumen informed consent yang  tidak diisi dengan lengkap, tidak memenuhi aspek hukum dan lemah sebagai alat bukti. Disarankan pimpinan RS mengevaluasi pelaksanaan informed consent di institusinya masing-masing.

Kata Kunci : Informed consent, Hukum dan Dokumen





1.    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung


ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012

Desi Paramita1, Khoidar Amirus1, Andoko2

ABSTRAK



Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kematian bayiakibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD3I ). Keberhasilan program imunisasi diukur dengan pencapaian target cakupan imunisasi. Keberhasilan tersebut salah satunya adalah tergantung oleh proses manajemen imunisasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui gambaran mengenai fungsi manajemen imunisasi dalam pencapaian cakupan imunisasi Puskesmas Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam program imunisasi, yaitu terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program imunisasi, dan Juru Imunisasi Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa dan 2 orang perawat.. Teknik pengolahan data menggunakan content analysis (analisis isi)
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelola program imunisasi Padang Ratu telah melakukan perencanaan kegiatan yang meliputi jadwal imunisasi rutin, pembagian tenaga pelaksana, perencanaan logistik imunisasi (vaksin), dan pencatatan hasil imunisasi. Yang masih menjadi hambatan dalam pengelolaan imunisasi adalah mengenai ketenagaan, karena masih adanya jabatan rangkap. Monitoring terhadap kegiatan imunisasi di Puskesmas Padang Ratu melalui rapat setiap bulan dan puskesmas keliling. Evaluasi di Puskesmas Padang Ratu telah dilakukan setiap bulan, dihadiri oleh semua petugas. Laporan hasil kegiatan imunisasi yang telah dibuat kemudian dievaluasi dan ditindaklanjuti melalui perencanaan pada bulan berikutnya.

Kata Kunci     : Manajemen, Imunisasi, Puskesmas





1.  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung

2.  Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati B. Lampung

Senin, 18 Februari 2013

STATUS RESISTENSI NYAMUK ANOPHELES DI WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI



Suwito1)

ABSTRACT

Indonesia merupakan salah satu negara yang komit terhadap pemberantasan malaria. Pengendalian terhadap vector malaria merupakan upaya atau aktivitas yang penting dalam pemberatasan malaria. Ada banyak cara dalam mengendalikan nyamuk malaria seperti penyemprotan residu dalam ruangan, larvasiding serta pengelolaan lingkungan. Kegagalan pengendalian vector malaria salah satu antara lain disebabkan oleh resistennya nyamuk Anopheles, yang dikarenakan  tidak terkendalinya penggunakan insektisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi berapa lama resistensi/daya tahan dari  nyamuk Anopheles. .Sampel penelitian berupa nyamuk Anopheles dikumpulkan di daerah Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2011. Resistensi test mengunakan Uji tahan yang dipakai oleh  WHO berupa kit sucebtibility dan kertas resap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deltametrin dan Permetrin insektisida yang resisten dan toleran pada daerah penelitian di Kalimantan dan Sulawesi. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pimpinan oelh pemegang program malaria di provinsi atau tingkat kabupaten untuk membuat suatu keputusan untuk rotasi insektisida yang digunakan.

Keywords: Malaria, Pengendalian, Anopheles, Kalimantan and Sulawesi

  
1.    Dosen Pascasarjana Kesmas Universitas Malahayati Bandarlampung

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3 – 4 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012



Nia Triswanti1

ABSTRAK

Pijat bayi merupakan salah satu stimulusi dari luar yang bermaanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi. Berdasarkan laporan bulanan unit program KIA Puskesmas Sukada ilir didapat data tahun 2010 sebesar 34 bayi (12,5%) dengan berat badan tidak meningkat selama 3 bulan berturut-turut dan meningkat ditahun 2011 menjadi 48 (22,4%) bayi tidak mengalami peningkatan berat badan selama 3 bulan berturut-turut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi usia 3 – 4 bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2012.
Jenis penelitian eksperimen, desain penelitian cohort. Populasi seluruh bayi usia 3 – 4 bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton sebesar 348 orang, besar sample 78 orang, teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji t test sample independent.
Hasil penelitian menunjukkan rata – rata berat badan bayi laki – laki dan wanita usia 3 – 4 bulan pada kelompok kontrol sebesar 5,74, rata – rata berat badan bayi laki – laki dan wanita usia 3 – 4 bulan pada kelompok intervensi sebesar 6,54. Hasil uji uji t test sample independent didapat ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi laki – laki dan wanita usia 3 – 4 bulan (p value = 0,000 < 0,05).

Kata Kunci : Pijat bayi, Peningkatan berat badan

  

1.    Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI



Ringgo Alfarisi1, Wahyu Karhiwikarta2, Dessy Hermawan3

ABSTRAK

Kebugaran jasmani diperlukan tidak hanya oleh atlet untuk performa yang lebih baik tetapi juga untuk non-atlet (mahasiswa kedokteran) untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan merokok terhadap kebugaran jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah 122 orang laki –laki dan 122 orang perempuan dengan teknik  disproportionate stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan dalam bentuk uji Spearman. Hasil penelitian pada responden laki –laki, ditemukan bahwa ada pengaruh aktifitas fisik (r = 0,958 ; p < 0,001), IMT (r = - 0,368 ; p < 0,001), dan merokok (r = - 0,234 ; p < 0,05)  terhadap kebugaran jasmani. Hasil penelitian pada responden perempuan, ditemukan bahwa ada pengaruh aktifitas fisik (r = 0,981 ; p < 0,001) dan IMT (r = - 0,342 ; p < 0,001) terhadap kebugaran jasmani. Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati hendaknya melakukan olahraga rutin dan menghindari rokok agar memiliki kebugaran jasmani yang baik.

Kata kunci     :  kebugaran jasmani, aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh, merokok




  
1.    Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati B. Lampung
2.    Program Pascasarjana Kesmas FKM Universitas Malahayati B. Lampung
3.    FKM Universitas Malahayati B. Lampung