Jumat, 28 Desember 2012

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DAN FAKTOR ANAK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA WAY HUWI PUSKESMAS KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012


Ernawati1 dan Achmad Farich2

ABSTRAK

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang besifat akut dengan adanya batuk, pilek, demam baik disertai maupun tidak disertai napas cepat yang berlangsung sampai 14 hari. Kunjungan ISPA pada anak balita meningkat pada tahun 2008-2011 (27,13%-25,94%), sedangkan 15% - 20% merupakan kematian anak balita yang disebabkan oleh ISPA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah dan faktor anak dengan kejadian ISPA di desa Way Huwi Puskesmas Karang Anyar tahun 2012.
Jenis Penelitian ini analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional populasi dari penelitian ini adalah anak balita umur 1-5 tahun sampel yang diambil berjumlah 247 anak balita yang diambil secara simple random sampling. Uji statistik yang digunakan Chi Square.
Berdasarkan analisis Chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian  ISPA pada anak balita (p= 0,029 < 0,05, OR = 2,255 dan 95% CI = 1,1 - 4,4), tidak ada hubungan antara pemberian vitamin A dengan kejadian ISPA pada anak balita (p = 0,063 > 0,05) , tidak ada hubungan antara kondisi ventilasi dengan kejadian ISPA pada anak balita (p = 0,54 > 0,05),ada hubungan antara perokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada anak balita (p =0,012 < 0,05, OR 2,03 dan 95% CI 1,1 – 3,4), ada hubungan antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian ISPA pada anak balita (p = 0,04 < 0,05 OR 1,77 dan 95% CI 1,0 – 3,0 ) ada hubungan antara kelembaban udara dalam rumah dengan kejadian ISPA pada anak balita. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ISPA dengan peningkatan status gizi pada anak balita dengan cara memantau pertumbuhan dan perkembangan anak balita di posyandu, melakukan penyuluhan kepada masyarakat,membiasakan membuka semua jendela yang ada agar udara dalam rumah tetap baik.

Kata kunci : ISPA, Status Gizi, Lingkungan Rumah

1.    Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatank
2.    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar