Senin, 25 Juni 2012

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012


Marina Susanti1, Samino2, Dina Dwi Nuryani2
ABSTRAK


Prevalensi gizi kurang menurut BB/TB hasil Riskesdas tahun 2010 Provinsi Lampung adalah 13,6%. Di Kampung Tempuran lebih dari 50% ibu balita kurang tepat dalam praktik pemberian makan untuk anaknya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pola asuh Ibu dalam praktik pemberian makan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Kampung Tempuran tahun 2012.
          Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 6 – 24 bulan dan bertempat tinggal di Kampung Tempuran. Sampel berjumlah 80 orang (40 kasus dan 40 kontrol). Teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan purposive sampling. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan case control dan uji statistik chi square.   
Berdasarkan hasil penelitian, pola asuh ibu dalam praktik pemberian makan pada kelompok kasus 80% diberi makanan prelaktal,67,5% tidak diberi kolostrum, 90% tidak ASI Ekslusif, 72,5% pemberian MP-ASInya tidak baik, dan 82,5% penyapihannya tidak baik. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh ibu dalam praktik pemberian makan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan (makanan prelaktal p-value = 0,000 dan OR = 18,857, praktik pemberian kolostrum p-value = 0,029 dan OR = 4,333, praktik pemberian ASI Eksklusif p-value = 0,000 dan OR = 11,000, praktik pemberian MP-ASI p-value = 0,000 dan OR = 23,727, praktik penyapihan p-value = 0,000 dan OR = 33,000). Disarankan agar penyuluhan yang lebih intensif tentang praktik pemberian makan pada balita bagi masyarakat, diaktifkannya kelas ibu dan pemanfaatan pekarangan rumah.


Kata kunci    : pola asuh ibu, praktik pemberian makan, status gizi


















1.    Puskesmas Trimurjo Lampung Tengah
2.    Fakultas Kesehatan Masyarakat Univ Malahayati B. Lampung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar